Wali Kota Kendari, H.Sulkarnain Kadir saat rapat pembahasan penataan kawasan

Demi Warga Lapulu Dan Pudai, Sulkarnain Siap Presentase Ke Kementerian PUPR

e-govDiskominfo | 28 Feb 2021 14:50:48 | Copy Link Berita

JARI - Pemerintah Kota Kendari menyiapkan dokumen perencanaan persiapan penanganan kawasan kumuh di Kelurahan Pudai dan Kelurahan Lapulu. Program berskala kawasan ini merupakan kelanjutan program kota tanpa kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pendamping kota tanpa kumuh (Kotaku) Ahmad Ismail menjelaskan, tahun 2021 ini Kementerian PUPR akan menurunkan program penanganan kawasan kumuh tahap dua di segmen Kelurahan Pudai dan Lapulu.

" Kita bicarakan kesiapan pemerintah, disupport oleh konsultan, berbagai pihak termasuk media, untuk menyiapkan penangan kumuh skala kawasan, seperti Bungkutoko dan Petoaha," jelasnya.

Ismail meminta, Pemerintah Kota Kendari menyiapkan semua dokumen pendukung seperti UKL/UPL dan penanganan dampak sosial yang terjadi akibat intervensi kawasan ini nantinya.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengaku, sangat mendukung program penangan kawasan kumuh lanjutan ini.

Dia meminta, Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda), Dinas PUPR dan Dinas Perumahan menyiapkan semua kebutuhan dokumen untuk mendukung kelancaran pekerjaan penanganan kawasan kumuh di Pudai dan Lapulu.

"Saya minta Bappeda lengkapi semua dokumen yang dibutuhkan, saya juga siap melakukan presentase ke Kementerian PUPR," ungkapnya, Sabtu (27/2/2021).

Menindaklanjuti permintaan wali kota, Bappeda Kota Kendari sudah menyusun rancangan terkait kebutuhan penanganan kawasan kumuh tersebut.

Kepala Bappeda Kota Kendari Ridwansyah Taridala menjelaskan, mereka sudah mendata berbagai persoalan yang kemungkinan terjadi di lokasi, termasuk sebanyak 52 warga yang terkena dampak penangan kawasan kumuh.

"Sudah diidentifikasi ada 52 warga yang terdampak dari rencana pembangunan ini makanya hari ini kami undang pak camat dan pak lurah sama-sama bergerak serentak di lapangan memediasi saudara-saudara kita ini, untuk ditata ulang kawasan permukimannya agar menjadi kawasan yang layak huni," jelasnya.

Tentang luasan lahan yang akan ditangani, lanjut Ridwansyah kawasan Pudai-Nambo seluas 38,4 hektare sedangkan kawasan Pudai-Lapulu sekira 14 hektare.

Sebelumnya, Kota Kendari sudah mendapatkan program penanganan kawasan kumuh skala kawasan di Kelurahan Bungkutoko dan Petoaha di tahap pertama program Kotaku.

Penangan kawasan kumuh skala kawasan di Kota Kendari, berada pada kawasan Pudai-Nambo. Penanganan kawasan ini terbagi empat segmen.

Tahap pertama sudah tuntas di segmen Kelurahan Bungkutoko dan Petoaha, tahap kedua akan berlangsung di segmen Kelurahan Pudai dan Lapulu, sedangkan segmen tiga dan empat masing-masing di kelurahan Bungkutoko-Nambo dan Talia-Poasia.

  • Komentar: