Foto : Ilutrasi ATM mangnetik dan Chip

Cegah Rekening Dibobol, Segera Tukar Kartu ATM Kamu Dengan Teknologi Chip, Batasnya Sampai Tanggal 31 Desember

e-govDiskominfo | 24 Mar 2021 11:10:19 | Copy Link Berita

JARI - Pernah kehilangan uang secara misterius di rekening bank kamu ?? Jika pernah, mungkin kamu korban kejatahan skimming yaitu sebuah tindak pidana perbankan dengan cara mencuri data atm, kartu debit atau kartu kredit untuk menarik dana yang ada di rekening.

Bagaimana cara kerjanya? Cara yaitu membobol informasi ini dengan menggunakan alat yang dipasang pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atau disebut skimmer. Dengan teknik tersebut, si pelaku bisa menggandakan data yang terdapat dalam pita magnetik di kartu kredit maupun debit, kemudian memindahkan informasi ke kartu ATM kosong. Akhirnya, si pelaku bisa dengan mudah menguras saldo rekening nasabah.

Di sinilah pentingnya mulai mengganti kartu debit atau kartu ATM kamu dari teknologi pita magnetik (magnetic stripe) menjadi kartu ATM chip. Hal ini sejalan dengan National Standard Indonesian Chip Card Specification (NSICCS) yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sebagai standar nasional teknologi chip kartu ATM atau kartu debit untuk seluruh penyelenggara kartu ATM atau debit di Indonesia.

Tujuan utama penggunaan teknologi chip dan PIN 6 digit agar transaksi menggunakan kartu ATM atau kartu debit lebih aman, memitigasi risiko terjadinya fraud, dan mensejajarkan penyelenggaraan kartu ATM atau kartu debit dengan standar internasional.

BI memberi batas tengak waktu hingga 31 Desember 2021, migrasi seluruh kartu ATM atau kartu debit yang beredar di masyarakat harus menggunakan teknologi chip dan PIN online 6 digit. Termasuk untuk perangkat ATM, EDC, dan seluruh sistem yang digunakan untuk memproses transaksi kartu pembayaran. Sedangkan sampai dengan akhir tahun ini, targetnya 30% kartu debit atau kartu ATM menggunakan chip.

Cek kartu debit atau kartu kredit Anda. Jika masih menggunakan kartu dengan pita magnetik segera tukar, caranya kamu akan menemukan garis memanjang berwarna hitam di belakang kartu. Fungsinya menyimpan data informasi akun Anda. Jadi saat Anda melakukan transaksi dengan menggesek kartu ke mesin EDC, mesin itu akan membaca, menghubungkan informasi nasabah ke bank.  

Sementara pada kartu dengan teknologi chip, tertanam chip menyerupai SIM Card ponsel di bagian depan. Chip ini berfungsi sebagai sistem pengamanan. Chip ini memproduksi kode setiap kali digunakan saat Anda bertransaksi. Setiap transaksi, kode diproduksi berbeda sehingga lebih aman dan tidak murah ditiru.

Kartu debit atau kartu ATM berteknologi chip juga mempunyai kapasitas penyimpanan lebih besar dan proses transaksi lebih cepat.

Dari penjelasan tersebut, teknologi chip memiliki proteksi ganda untuk meningkatkan keamanan bertransaksi dibanding strip magnetik yang rentan kejahatan. Pihak bank pun menjamin dengan teknologi chip yang tertanam pada kartu ATM atau debit, tidak akan mudah ditiru sehingga jauh lebih aman. Dengan begitu, fraud skimming bisa teratasi. 

Sementara risiko yang masih menggunakan kartu pembayaran dengan pita magnetik, sangat rentan dijahili pelaku kejahatan skimming yang dapat dengan mudah menyinkronkan data di dalam strip magnetik dengan komputer dan nomor PIN langsung diperoleh.

Dikutip dari lamam Kompas.com, Selasa (23/03), Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto bahwa "Penukaran kartu ber-chip dapat dilakukan oleh nasabah BRI di lebih dari 9.000 unit kerja BRI yang tersebar di seluruh Indonesia"

Oleh karena itu, BRI terus melakukan sosialisasi kepada nasabah untuk melakukan penggantian kartu ATM/Debit.

"Penukaran kartu ATM hanya membawa kartu ATM/Debit BRI dan KTP tanpa dikenakan biaya atau gratis," pungkasnya.

Adapun penggantian kartu bisa dilakukan di seluruh kantor cabang (kacab) Bank BRI di seluruh Indonesia. Jika ingin mengganti kartu menjadi berbasis chip, jangan lupa membawa KTP dan kartu ATM yang ingin diganti.

  • Komentar: