Sulkarnain saat uji coba ATM Beras & Telur

Walikota Resmikan ATM Beras & Telur Untuk Warga Kurang Mampu

e-govDiskominfo | 14 Jun 2021 20:23:22 | Copy Link Berita

JARI - Selepas mengukuhkan Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Baruga, Wali Kota Kendari H. Sulkarnain K melaunching ATM Beras dan Telur yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Di Masjid Jami’ Al-Falah Lepo-lepo, Minggu (13/6/2021).

Pengadaan mesin ATM Beras dan Telur ini merupakan kerjasama Pemerintah Kota Kendari dan DMI Kota Kendari menggandeng mahasiswa Universitas Muhamadyah Kendari (UMK).
Pada kesempatan tersebut Ketua DMI Kecamaan Baruga Kota Kendari H. Al Jabbar, berterima kasih dan menyambut baik atas program walikota Kendari untuk membantu masyarakat dan bagi yang memakmurkan masjid ini.

“Kami belum tau sistem nya seperti apa (pengambilan beras dan telur), namun alangkah lebih bagusnya, warga yang hendak menggunakan atm ini, nanti telah menempelkan kartunya sebanyak 5 (lima) kali sesuai waktu-waktu Sholat baru bisa mendapatkan beras dan telurnya, sehingga dapat memotivasi warga untuk rajin ke masjid” kata Mantan Kepala BPN Kota Kendari ini.

Hal ini di sambut baik oleh Walikota Kendari, ia berharap kegiatan – kegiatan seperti ini bisa menjadi langkah awal bagi para pengurus DMI terus memberikan kebaikan bagi orang-orang yang membutuhkan.

" ATM Beras dan Telur, tentunya sebagai langkah awal saja, kedepan telurnya bisa diganti dengan sarden, bisa diganti dengan macam-macam, kita berharap program ini bisa berjalan dengan baik sehingga nanti kita bisa dukung dengan duplikasi di kecamatan lain dan masjid-masjid lain yang juga sudah punya kemampuan yang sama untuk memfasilitasi umat-umat yang membutuhkan, apalagi ekonomi sulit seperti saat ini." Ujar Wali Kota.

Ia menambahkan, terbuka luas kesempatan bagi donator yang berkelebihan untuk menyumbangkan rezekinya ke Masjid. Hal ini untuk meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama umat muslim untuk berbagi dan mengharapkan ridha Allah SWT.

“Jadi penerima beras & telur ini adalah masyarakat yang memiliki kartu ATM yang di bagikan oleh panitia, secara selektif mereka yang dapat adalah tidak mampu secara ekonomi. Kita setting setiap kali keluar sebanyak dua liter beras ditambah empat biji telur,” pungkasnya.

  • Komentar: